Sebelum Pergi

Waktunya tahun baru, sesaat lagi. Akhirnya akan ada tahun dimana aku jauh darimu. Sebuah alasan untuk tidak menyakitimu lagi. Dan semoga alasan yang sama untuk tidak menyakiti diriku sendiri.

Paris on Nikon FM, October 2019

Dari kecil, mamah selalu mengajarkanku tentang Tuhan: menanam kepercayaan atas keberadaanNya, mengenalkanku dengan Maha KuasaNya. Mamah bilang, hanya kepadaNya kita bisa mengeluh — bercerita tanpa merasa kita telah menghabiskan waktuNya. Mungkin memang aku yang sedikit terlalu manusia dan terlalu membutuhkan sesuatu yang bisa meyakinkanku bahwa semuanya telah diatur (hence, akan baik-baik saja). Tetapi, aku senang memiliki Tuhan. Tuhan yang Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang. Yang Maha Mengetahui keadaanku dan masa depanku pula, dalam dunia ini maupun dunia nantinya. Rasanya sangat menenangkan untuk berpegang teguh kepadaNya. Aku selalu tahu kemana arah jalan pulang dan untuk siapa aku berlari. Itu semua berkat anugerah iman kepadaNya yang telah Ia berikan kepadaku, lewat mamah seorang (aku hanya berharap Ia tidak akan mencabut itu dariku).

Dan aku beruntung karena Tuhanku adalah Dia: Allah yang Maha Baik. Dalam hal memberi dan dalam hal mengambil. Ia tahu apa yang seharusnya untukku dan apa yang seharusnya tidak. Dan untuk sekarang, entah sampai kapan, sebagian dari apa yang seharusnya bukan untukku adalah kamu. Sama halnya aku bukan untukmu.

Paris on Nikon FM, October 2019

Sakit, but it was necessary to see things in retrospect. Karena dalam kehilanganmu dan dalam keputusanku untuk kehilangan orang lain, aku diberikan sesuatu.

Harapan

of learning, of growing, and of finding.

In My Room

‪A month before your birthday
December, 2019‬
 
‪Whatever I do, whatever I say, whatever I feel,‬
won’t matter anymore. So why do I bother‬
anything at all?‬
 
‪As much as I wish things didn’t happen,‬
they have. This is what has been written‬
and I am utterly incapable of changing them.‬
 
‪Now there is no place for me to run‬
but You. I can only pray that You will‬
‪stop taking people away from me.‬
 
‪But I am learning to trust You.‬
So I will pray that You introduce me‬
to people who will stop leaving.‬
 
—ztap.

Hanya

Mencintaimu (atau menginginkanmu –whichever is more bearable for you) ialah mencoba untuk mengerti dan memberi. Dan untuk apa jika bukan untuk melihatmu berkembang?

Aku semata hanya ingin bisa bersamamu ketika waktu membolehkannya,

dan jika semesta mengizinkan kerakusanku, untuk memilikimu sebagai pencinta.

Sayang,

aku penakut terhadap orang yang kudambakan.

Sekejap lupa cara menulan ludah ketika mendengarmu bicara mengenai kemungkinan-kemungkinan.

Menyimpan kabar hari-harimu sebagai bahan bakar api badanku.

Sayang,

kau memilih untuk diam.

Debu

Hampa

aku dalam hilangmu.

Walau ini yang kuminta. Walau sudah lama persiapan menghadapinya. Walau aku sudah teman lama dengannya (bukan kamu).

Hilangnya seseorang dari hidup selalu berhasil membuatku merasa kecil. Entah mau dibagaimanakan lagi, memang aku tidak bisa terbiasa dengannya. Semua orang terlalu berarti bagiku (walau mungkin mereka tidak berat dalam hati).

Aku

selalu menyediakan tempat untuk mereka bersinggah: sebagai teman maupun sebatas kenalan. Bagiku, mengenal orang adalah salah satu keajaiban yang manusia bisa lakukan.

Maka dari itu, perginya mereka selalu membuatku sedih. Mereka meninggalkan bekas dimana mereka dulunya berdiri dan tidak pernah menyapunya.

Harus aku, sendiri, yang menyapunya.

Karena memang pada akhirnya, mereka adalah tamu dan aku pemilik rumah ini.

Harus aku,

sendiri yang menyapunya.

c6381
Aksara

Number 2

Surat kedua – terakhir untuk sementara.

A year ago now, since you came to me in August to ask about film cameras. For the most part, you “succeeded” in making me “yours”. My mind travels to the thought of being with you and no one else. My fingers quiver at the remembrance of brushing against your skin and no one else’s. Your love (or desire? Whichever is more bearable for you) was pure in the most devastating way: weak and unwilling. Enough to make me hopeful. Never enough to make it real.

B324E7FF-9A09-4510-8715-0BCDDC00C691
Ruang Seduh / Nikon FM – Fuji Industrial 100

A week ago you confessed to me of all your stories. Finally letting me know that you were just the same. Shallow, easy and without faith. Only a lot shyer than I would like, but still carrying a broken home.

You remind me of the last person I loved more than I care to admit. Perhaps it had taken me this long to admit because I was afraid that it was true. Afraid that you would eventually hurt me too. But alas, you do. And alas, you did. One at a time. Only realising what you have done once I stop responding – cutting things in between. And once you come back, again, I stay. And once you come back, again, you disappear.

Sepertinya, kita tidak pernah benar-benar selesai dengan kita.

Mengulang adegan jatuh dan berpura-pura tidak ketika sadar betapa bodohnya jatuh kita. As if falling for one another was so sinful. As if wanting to be together was so impossible.

FB13740E-6904-4838-96F8-7C8799EF17A9
Masagi Koffee / Nikon FM – Fuji Industrial 100

Tapi mungkin, memang ini yang terbaik untuk sekarang. Untuk tidak jatuh terlalu dalam. Sebatas menyentuh nama dan tanggal lahir. Cerita tentang teman namun tidak pernah saling mengenalkan. Bertemu untuk berbincang dengan kata-kata yang sudah dipersiapkan dan tidak lebih dari itu. Mungkin, waktu untuk bersama bukan sekarang

– jika memang kita dituliskan untuk bersama.

Langit yang Diam

4 bulan. Aku memiliki 4 bulan saja sebelum aku harus berangkat dan tinggal di negara asing. 4 bulan sampai semua rutinitas, tempat-tempat yang aku sering kunjungi, dan orang-orang yang aku suka temui, tidak bisa kusentuh untuk satu setengah tahun —atau lebih? Aku belum tahu. Hal-hal yang telah kususun untuk hampir 2 tahun di kota Bandung ini akan segera menghilang. Dan aku tidak bisa mengembalikkannya.


Berbincang dengan Langit
—M. Aan Mansyur

2.
“kupikir lebih indah membaca
bibirmu ketika kau tidak
mengucapkan apa-apa. aku

semata mau melihat benakmu
bergetar—merah muda
dan tidak berdaya.

seperti sebatang leher
dan kehendak. seperti sepasang
mata dan tempat sembunyi.”

Olympus Superzoom, Portra 400 by Balthazar
Olympus Superzoom, Portra 400 by Balthazar

Cinta,

izinkan aku untuk pamit lewat pisah. Untuk melupakanmu satu persatu lebih dahulu. Agar kesedihan menjalankan hari-hari tanpamu tidak akan datang kepadaku ketika aku sudah tidak bisa apa-apa tentangya. Agar aku bisa kembali ke sebelum aku pergi dan bukan hanya kamu yang menghuni pikiranku. Karena aku ingin memiliki tempat untuk mengingat orang lain. Dan karena aku tidak ingin dipaksa untuk merasakan kehilangan, as I have always been, tapi karena aku memilih untuk merasakannya.

Honey

Keywords: post-midterms, clumsy, morning coffee, returning to film, honey, birthdays, drowsy —rest, baby.


Within numbered days, I will soon turn 20. But I’ve never liked the number 20. I’ve always instead, since the day I fell in love with a boy in 6th grade whose birthday I thought was on the 19th of August, liked the number 19. As evident from my primary email addressAnd in my turning 19, I had begged God to make it my most endearing tragedy. Tragedy in the way that it teaches me to be kinder and more forgiving only. And I was met with very endearing tragedies, you see.