Langit yang Diam

4 bulan. Aku memiliki 4 bulan saja sebelum aku harus berangkat dan tinggal di negara asing. 4 bulan sampai semua rutinitas, tempat-tempat yang aku sering kunjungi, dan orang-orang yang aku suka temui, tidak bisa kusentuh untuk satu setengah tahun —atau lebih? Aku belum tahu. Hal-hal yang telah kususun untuk hampir 2 tahun di kota Bandung ini akan segera menghilang. Dan aku tidak bisa mengembalikkannya.


Berbincang dengan Langit
—M. Aan Mansyur

2.
“kupikir lebih indah membaca
bibirmu ketika kau tidak
mengucapkan apa-apa. aku

semata mau melihat benakmu
bergetar—merah muda
dan tidak berdaya.

seperti sebatang leher
dan kehendak. seperti sepasang
mata dan tempat sembunyi.”

Olympus Superzoom, Portra 400 by Balthazar
Olympus Superzoom, Portra 400 by Balthazar

Cinta,

izinkan aku untuk pamit lewat pisah. Untuk melupakanmu satu persatu lebih dahulu. Agar kesedihan menjalankan hari-hari tanpamu tidak akan datang kepadaku ketika aku sudah tidak bisa apa-apa tentangya. Agar aku bisa kembali ke sebelum aku pergi dan bukan hanya kamu yang menghuni pikiranku. Karena aku ingin memiliki tempat untuk mengingat orang lain. Dan karena aku tidak ingin dipaksa untuk merasakan kehilangan, as I have always been, tapi karena aku memilih untuk merasakannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s