Bukan Untukmu

Medice, cura te ipsum.

Aku ingin menjadi rumahmu. Tempat kembali dan tempat yang kan kau rindu. Aku ingin ingin kau menatap mataku dan tidak berpaling –seluruh kekhawatiranmu membungkam dan runtuh.

Aku akan menunggu —sampai kapan? Aku tidak tahu— untuk memberimu kehangatan: menghapus kelelahan melewati pelukan. Juga ciumanku, sebuah kutukan yang tak henti menghantui pikiranmu.

Aku butuh kehadiranmu di sela sela waktu yang disisakan oleh jariku. Aku ingin menemukanmu menunggu untuk ditubuhi dan dikasihi.

Bisakah?