Singgah untuk Pergi

Terkadang aku merasa berdosa karena telah menggenggam dan membolehkan seseorang yang tidak ku cinta untuk bersama denganku. Bertemu untuk mendekapnya hanya karena aku sedang ingin melupakan kehiruk-pikuknya dunia. Tidak ada alasan. Memang aku yang kurang ajar. Jika memungkinkan, aku ingin ia mengabaikanku: berhentilah menemaniku karena apapun yang aku sentuh akan berubah dan tersakiti.

Dan jika bukan kamu, aku.


SEBELUM SENDIRI
—M. Aan Mansyur

16.
“kau singgah. seluruh penjuru
adalah persimpangan. mengarah
ke tiada—yang banyak.

kau tahu kau mencari seseorang
tapi kau tidak tahu siapa. kau berharap:
ia mencari dan kelak menemukan aku.

kau ingin sendiri. tapi kau tidak sanggup.
kita lahir bersama kesedihan orang-orang
yang berbahagia sebelum kita.

kini tidak ada yang sungguh. kau tidak
utuh. kau tidak cukup dan kau

lebih”

000026
Taman Sari, Yogyakarta – August 2019 / Olympus Superzoom x Kodak Gold

Kita berdua memiliki ruang di hati untuk orang yang berbeda: orang yang lebih pantas dan cocok akan kekonyolan yang kita miliki. Walau orang bisa berubah (seperti yang kamu bilang) dan cinta seharusnya tidak mendiskriminasi, kita bisa memilih. Dan aku memilih untuk tidak mencintaimu. Atas dasar aku tidak bisa menerimamu, atas dasar kamu bukan rumahku, atas dasar aku menghargaimu sebagai teman lebih dari apapun. Sekian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s