Mendengar Namamu

Mendengar Namamu

Aku penasaran.

Were we ever meant for each other?

My lasting infatuation of you stays here, imprinted within my heart.

For many years I have sacrificed not loving because I thought I was for you.

But,

were we ever meant for each other?

000015
Sebuah teman yang malu

Does my writing letters of you and my praying for you mean that we’ll end up together?

I never come across your mind as a lover now, do I?

Yet, why is it that I’d still choose you and none other?

No matter how far,

why is it that I’m able to convince myself, still, that you are for me?

Padahal,

bertemu denganmu saja jarang; sedikit kesempatan untuk berbincang.

Namun, mengapa aku sangat yakin?

000009-1

Kamu tahu? Namamu adalah sebuah kata yang terlanjur rumah bagiku;

dimana namaku tidak bisa ditemukan di kamusmu.

Aku akan jujur, aku sudah lelah memikirkanmu.

Sudah cukup waktu yang kuhabiskan menunggumu.

Aku ingin mencoba mengenal orang lain,

untuk melupakan “what could have been”.

Luar
Jalan menuju perpustakaan

Tidak sulit melupakanmu.

Tidak sulit pula mengabaikan penasaranku atas kabarmu.

Namun,

setiap namamu disebut, sedikit demi sedikit, kamu kembali.

Mengapa harus begini?

Tidakkah cukup, waktu yang telah

ku sia-siakan untukmu?

Berhentilah menghantuiku

agar aku bisa melepaskanmu.

Dan itu lebih baik, bukan?

One thought on “Mendengar Namamu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s